Pengenalan BPMN dan BPM
BPMN dan BPM
A. BPM (Business Process Management)
Business Process Management adalah pendekatan untuk mengelola proses bisnis secara menyeluruh mulai dari perancangan, pelaksanaan, hingga peningkatan berkelanjutan. BPM membantu organisasi memastikan bahwa setiap langkah dalam proses berjalan konsisten, efisien, dan mendukung sasaran perusahaan. Dengan BPM, perusahaan dapat memantau performa proses, mengidentifikasi hambatan, serta melakukan perubahan ketika dibutuhkan.
Tujuan utama BPM meliputi:
-
meningkatkan efisiensi proses,
-
memperbaiki kualitas layanan,
-
memudahkan adaptasi terhadap perubahan,
-
dan memperjelas siapa melakukan apa dalam alur kerja.
B. Apa Itu BPMN
BPMN adalah sebuah standar yang dibuat oleh BPMI (Business Process Management Initiative) untuk memodelkan proses bisnis melalui bentuk-bentuk grafik yang mudah dikenali.
Diagram BPMN disebut Business Process Diagram (BPD) dan berbentuk seperti flowchart, tetapi lebih lengkap dan terstandarisasi.
Tujuan utama BPMN:
-
Menyatukan pemahaman antara orang bisnis dan teknisi.
-
Mempermudah dokumentasi proses.
-
Menjadi jembatan antara desain proses dan implementasi sistem.
-
Bisa digunakan untuk proses sederhana sampai proses kompleks seperti B2B dan web service.
C. Elemen Utama dalam BPMN
- Flow Objects (Objek Alur)
- Event (Lingkaran)
- Start event → memulai proses
- Intermediate event → terjadi di tengah proses
- End event → mengakhiri proses
Activity (Kotak Membulat)
-
Task → aktivitas dasar
-
Subprocess → punya detail lanjutan (ada tanda “+”)
-
-
Gateway (Belah Ketupat)
Dipakai untuk memecah atau menggabungkan alur. Contohnya: -
Exclusive (XOR) → memilih salah satu jalur
-
Parallel (AND) → menjalankan semua jalur
-
Inclusive (OR) → memilih satu atau lebih jalur
2. Connecting Objects (Penghubung)
- Sequence Flow → garis solid untuk alur proses
- Message Flow → garis putus-putus untuk komunikasi antar pihak
- Association → menghubungkan aktivitas dengan data/komentar
3. Swimlanes
Dipakai untuk menunjukkan siapa yang melakukan apa.
- Pool → mewakili organisasi/entitas
-
Lane → membagi pool menjadi departemen atau peran
4. Artifacts
Elemen tambahan untuk memperjelas informasi, seperti:
-
Data Object
-
Group
-
Annotation (catatan tambahan)
D. Jenis Pemodelan Proses dengan BPMN
1. Collaborative Process (B2B)
- Digunakan saat proses melibatkan dua organisasi atau lebih.
- Pools digunakan untuk memisahkan peserta proses dan Message Flow untuk pertukaran pesan.
2. Internal (Private) Process
- Fokus pada proses internal dalam satu perusahaan.
- Biasanya menggunakan Lane untuk membedakan tugas antar bagian.


Komentar
Posting Komentar