Masyarakat Informasi

 

Ringkasan Sistem dan Teknologi Informasi

Tulisan ini dibuat sebagai tugas mata kuliah Sistem dan Teknologi Informasi.

Penulis: Gezant Ashabil Haqdu D
Dosen Pengampu: Rinda Cahyana, S.T., M.T.

Ringkasan ini dibuat sendiri dan dengan bahasa sendiri berdasarkan materi yang diperoleh dari kelas mata kuliah Sistem dan Teknologi Informasi, dan Kanal Pendidikan Cahyana https://s.id/KanalPendidikanCahyana

Masyarakat Informasi

Saat ini kita hidup di masa di mana informasi punya peran sangat besar dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari belajar, bekerja, sampai hiburan. Banyak aktivitas yang dulunya dilakukan secara manual kini berpindah ke ranah digital. Perubahan besar ini membentuk apa yang disebut sebagai masyarakat informasi, yaitu kelompok masyarakat yang kehidupan sosial dan aktivitas ekonominya sangat bergantung pada penciptaan, distribusi, dan penggunaan informasi (Karvalics, 2007).

Perkembangan teknologi digital membuat masyarakat semakin mudah mendapatkan pengetahuan baru. Informasi bisa dikumpulkan, disimpan, dan diakses kapan saja dengan memanfaatkan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Kondisi ini memberikan keuntungan kompetitif bagi setiap orang atau organisasi yang mampu mengelola informasi dengan baik (Gudauskas, 2011).

Imigran Digital dan Pribumi Digital

Dalam masyarakat informasi, setiap orang memiliki kedekatan yang berbeda dengan teknologi. Orang yang baru mengenal teknologi pada usia dewasa disebut imigran digital. Mereka tidak tumbuh dengan teknologi digital, sehingga butuh waktu untuk beradaptasi. Berbeda dengan mereka, ada kelompok pribumi digital atau digital natives. Mereka sejak kecil sudah akrab dengan internet, komputer, dan perangkat digital lainnya.

Pribumi digital biasanya bersifat multitasking, selalu terhubung (daring), sangat sosial, dan terbiasa belajar lewat multimedia (Williams & Sawyer, 2010). Pola ini membuat mereka lebih fleksibel dalam memanfaatkan teknologi untuk kebutuhan sehari-hari.

Generasi Milenial dan Perubahan Pola Hidup

Generasi milenial dianggap sebagai kelompok yang paling kuat pembawa karakter masyarakat informasi. Mereka bisa saja terlihat sendiri di dunia nyata, namun tetap “bersosialisasi” di dunia maya. Mereka sangat identik dengan cyberspace—ruang digital yang terbentuk karena komputer dan telekomunikasi (Williams & Sawyer, 2010).

Ketergantungan generasi ini pada internet mencerminkan bagaimana informasi menjadi kebutuhan utama dalam kehidupan modern.

Melek Komputer dan Melek TIK

Salah satu kemampuan penting dalam masyarakat informasi adalah melek komputer. Ini berarti seseorang tahu apa saja yang bisa dilakukan komputer, apa manfaat dan batasannya, bahkan kapan harus menyelesaikan masalah sendiri atau meminta bantuan (Williams & Sawyer, 2010).

Selain melek komputer, seseorang juga perlu melek TIK, yaitu kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari (Acevendo, 2005). TIK sendiri merupakan hasil konvergensi antara teknologi komunikasi dan komputer (Bouwman et al., 2005; ITU, 2002).

Masyarakat informasi adalah masyarakat yang sangat tergantung pada aliran informasi digital, dan teknologi menjadi sarana utama dalam mengaksesnya. Tapi, akses saja tidak cukup: kita perlu kemampuan literasi digital agar bisa memilah, mencerna, dan menggunakan informasi dengan bijak. Tanpa literasi digital, kita bisa mudah salah kaprah, percaya hoaks, atau terjebak informasi tidak sehat. Jadi, literasi adalah kunci agar kita bisa benar-benar “hidup pintar” di era digital.

Data, Informasi, dan Nilainya

Untuk memahami masyarakat informasi, kita harus tahu perbedaan antara data dan informasi. Data adalah fakta mentah, seperti angka, simbol, suara, atau gambar. Sementara itu, informasi adalah data yang sudah diolah sehingga memiliki makna dan berguna untuk pengambilan keputusan (O’Brien & Marakas, 2008; Loose, 1997; Machlup, 1980).

Informasi bahkan dianggap sebagai aset penting. Banyak organisasi melihat informasi sebagai sumber daya ekonomi yang sangat berharga karena menentukan keberhasilan strategi bisnis (Moody & Walsh, 1999; Drucker, 1992; Huang et al., 1999).

Urgensi Informasi

Keberhasilan seseorang atau bisnis pada era ini sangat ditentukan oleh kemampuannya menguasai dan mengelola informasi (Fenner, 2002). Informasi kini hadir dalam berbagai bentuk media, seperti teks, gambar, video, dan suara, sehingga siapa pun bisa memilih medium yang paling sesuai untuk kebutuhannya (Williams & Sawyer, 2010).

Melek Informasi dan Literasi Digital

Selain melek komputer dan TIK, seseorang juga perlu melek informasi. Ini adalah kemampuan untuk mengenali kebutuhan informasi, mencari, menemukan, dan memprosesnya dengan bantuan TIK (Árpád, 2007; Andretta, 2005).

Lebih jauh lagi, literasi digital diperlukan untuk hidup efektif di masyarakat informasi. Menurut Wheeler (2012), literasi digital mencakup kemampuan membuat konten, membagikan informasi, menjaga privasi, menggunakan berbagai platform digital, sampai mengelola identitas di dunia maya.

Kesimpulan

Masyarakat informasi adalah masyarakat yang memanfaatkan informasi sebagai komponen utama dalam aktivitasnya. Perkembangan teknologi membuat informasi menjadi semakin mudah dibuat, diakses, dan dibagikan. Untuk dapat bertahan dan unggul di era ini, setiap individu perlu memiliki kemampuan dasar seperti melek komputer, melek TIK, melek informasi, dan literasi digital. Semua hal tersebut membuat seseorang mampu menggunakan teknologi secara bijak dan produktif, serta mendapatkan manfaat maksimal dari perkembangan teknologi.

Daftar Pustaka

Acevendo, R. (2005). Information literacy and ICT skills.
Árpád, A. (2007). Information literacy in the digital age.
Andretta, S. (2005). Information Literacy: A Practitioner’s Guide.
Bouwman, H., et al. (2005). Information and communication technology convergence.
Drucker, P. (1992). The new society of organizations.
Fenner, D. (2002). Managing information in the digital era.
Gudauskas, R. (2011). The concept of information society revisited.
Huang, K., Lee, Y., & Wang, R. (1999). Quality information and knowledge.
ITU. (2002). Information and communication technology development.
Karvalics, L. Z. (2007). Information society: Concept and development.
Loose, G. (1997). Information processing theory.
Machlup, F. (1980). Knowledge: Its creation, distribution, and economic significance.
Moody, D., & Walsh, P. (1999). Measuring the value of information.
O’Brien, J. & Marakas, G. (2008). Management Information Systems.
Williams, B., & Sawyer, S. (2010). Using Information Technology.
Wheeler, S. (2012). Digital literacies for the 21st century.


Label: STI

Komentar

Postingan Populer