PENGELOLAAN PENGETAHUAN
Tulisan ini dibuat sebagai tugas mata kuliah Sistem dan Teknologi Informasi.
Pengelolaan Pengetahuan
1. Berbagi Pengetahuan
2. Apa Itu Pengetahuan?
Contohnya:
-
"Cara mengatasi error pada server"
-
"Strategi penjualan berdasarkan pengalaman lapangan"
Ini bukan lagi sekadar informasi, tetapi pengetahuan yang siap digunakan.
3. Pengetahuan Tersurat (Explicit Knowledge)
Pengetahuan tersurat adalah pengetahuan yang sudah didokumentasikan dengan jelas, sehingga bisa dibagikan atau diubah menjadi sebuah proses kerja.
Contohnya:
-
laporan perusahaan
-
SOP (Standard Operating Procedure)
-
manual pengguna
-
arsip digital
Pengetahuan ini mudah disebarkan karena sudah memiliki bentuk fisik atau digital.
4. Pengetahuan Tersirat (Tacit Knowledge)
Berbeda dengan pengetahuan tersurat, pengetahuan tersirat adalah pengetahuan yang masih berada dalam diri seseorang. Pengetahuan ini berasal dari pengalaman pribadi, intuisi, hingga keahlian yang diperoleh dari praktik langsung.
Contoh:
-
keahlian berkomunikasi
-
kemampuan teknis tertentu
-
pengalaman bertahun-tahun di bidang tertentu
Pengetahuan jenis ini lebih sulit ditransfer karena tidak terdokumentasi — harus melalui pelatihan, mentoring, atau praktik langsung.
5. Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management)
Manajemen pengetahuan adalah rangkaian proses dalam organisasi untuk:
-
menciptakan pengetahuan
-
menyimpan pengetahuan
-
menyebarkan pengetahuan
-
menggunakan pengetahuan dalam proses bisnis
Tujuan akhirnya adalah membuat organisasi mampu belajar dari pengalamannya sendiri, dari lingkungan, dan dari anggotanya.
6. Rantai Nilai Manajemen Pengetahuan
Manajemen pengetahuan mencakup beberapa aktivitas penting seperti:
-
mengumpulkan pengetahuan
-
mengorganisasi pengetahuan
-
menyimpan pengetahuan
-
membagikannya melalui media yang tepat
-
memanfaatkan pengetahuan untuk meningkatkan keputusan
Rantai nilai ini membantu organisasi memastikan bahwa pengetahuan tidak hanya terkumpul, tetapi benar-benar digunakan.
7. Daur Hidup Sistem Manajemen Pengetahuan
Terdapat enam tahap utama:
-
Create — menciptakan pengetahuan baru, misalnya ide atau cara kerja baru
-
Capture — menangkap pengetahuan yang bernilai
-
Refine — menempatkan pengetahuan agar lebih mudah dipahami dan digunakan
-
Store — menyimpan pengetahuan ke dalam sistem repository
-
Manage — menjaga pengetahuan tetap relevan dan akurat
-
Disseminate — menyebarkan pengetahuan agar bisa diakses siapa pun yang membutuhkannya
Tahapan ini memastikan bahwa pengetahuan yang ada tidak mengendap, tetapi dipakai dan diperbarui secara terus-menerus.
8. Jenis Sistem Manajemen Pengetahuan
Berbagai sistem digunakan organisasi untuk mengelola pengetahuan, di antaranya:
-
Enterprise Content Management Systems
Menangkap, menyimpan, dan mendistribusikan konten pengetahuan untuk meningkatkan proses bisnis. -
Digital Asset Management Systems
Menyimpan dan mengelola aset digital seperti foto, video, dokumen. -
Knowledge Network Systems
Menyediakan profil para ahli di organisasi, mirip LinkedIn versi internal. -
Social Bookmarking
Memudahkan berbagi link dan informasi, contohnya Twitter dan Pinterest. -
Learning Management Systems (LMS)
Mendukung pelatihan dan pembelajaran pegawai, contohnya Google Classroom.
KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
Cahyana, R. (2020). Sistem dan Teknologi Informasi – Pengelolaan Pengetahuan. Institut Teknologi Garut.



Komentar
Posting Komentar